Talkshow Strategi dan Motivasi Menuju 30 Juz: Membangun Komitmen dan Konsistensi Penghafal Al-Qur’an di Pesantren Takhasus “IIQ Jakarta”

Pada Jumat, 6 Desember 2024, Pesantren Takhasus IIQ Jakarta menggelar talkshow bertema “Strategi dan Motivasi Menuju 30 Juz: Membangun Komitmen dan Konsistensi dalam Menggapai Keistimewaan Penghafal Al-Qur’an”. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Ibrahim Hosen ruang 2.3 ini dihadiri oleh para mahasantri program 5 Juz. Acara ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Dr. Khusna Farida, M.Pd., dan Hj. Umi Saadah, S.Ag., M.Pd., yang berbagi motivasi serta strategi dalam mengoptimalkan hafalan Al-Qur’an.

Dr. Khusna Farida, M.Pd., yang merupakan Instruktur Tahfiz sekaligus dosen di IIQ Jakarta, mengawali pemaparannya dengan menekankan pentingnya proses dalam perjalanan menghafal Al-Qur’an. Beliau mengingatkan para mahasantri untuk selalu meluruskan niat serta merenungkan kembali tujuan mereka memilih IIQ Jakarta sebagai tempat belajar. “Menghafal Al-Qur’an bukan hanya soal hasil, tetapi juga tentang bagaimana kita menjalani prosesnya dengan ikhlas dan konsisten,” ujar beliau. Selain itu, beliau menyarankan agar mahasantri menetapkan target hafalan secara terukur, baik harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan. Strategi ini diiringi dengan pengelolaan waktu yang baik, termasuk kemampuan memprioritaskan aktivitas yang mendukung pencapaian hafalan. “Istiqamah adalah kunci utama. Pilihan kita dalam mengatur waktu mencerminkan kesungguhan kita dalam menggapai hafalan Al-Qur’an,” tambahnya.

Hj. Umi Saadah, S.Ag., M.Pd., melengkapi pembahasan dengan mengupas keberkahan hidup yang diraih melalui interaksi intensif dengan Al-Qur’an. Menurut beliau, kebahagiaan adalah aspek utama yang harus dihadirkan dalam proses menghafal. “Mencari keberkahan Al-Qur’an dilakukan dengan penuh kebahagiaan, bukan beban. Jadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari hidup yang memberikan ketenangan dan keberkahan,” ungkap beliau.

Talkshow ini diakhiri dengan sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Para mahasantri menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai cara menjaga hafalan di tengah kesibukan kuliah dan kegiatan organisasi. Narasumber memberikan tips praktis, seperti memanfaatkan waktu luang untuk muraja’ah, disiplin dalam membuat jadwal, dan menciptakan lingkungan yang mendukung hafalan.
Melalui kegiatan ini, Pesantren Takhasus IIQ Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung para mahasantri untuk menjadi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki jiwa yang konsisten dan berkomitmen dalam menjaga hafalannya. Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh semangat dan keakraban.

Similar Posts