Pesantren Takhassus “IIQ Jakarta” Tutup Program Ramadan 1447 H dengan Peringatan Nuzulul Qur’an

PETA IIQ – Pesantren Takhassus “IIQ Jakarta” menggelar peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan penutupan rangkaian kegiatan Ramadan 1447 H pada Jum’at, 06 Maret 2026 di Masjid Raudhatul Qur’an. Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasantri, dosen, serta civitas akademika dalam suasana khidmat dan penuh semangat kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Acara dihadiri oleh Rektor IIQ Jakarta Assoc. Prof. Dr. Hj. Nadjematul Faizah, S.H., M.Hum., Ketua Dewan Pengasuh Pesantren Takhassus “IIQ Jakarta” Dr. KH.Ahmad Fathoni,Lc.MA, Wakil Rektor, Sekretaris Dewan Pengasuh, Ketua Harian Pesantren serta jajaran pengurus pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor I IIQ Jakarta Dr. Hj Romlah Widayati,MA menyampaikan mauidzah hasanah mengenai hikmah Nuzulul Qur’an bagi para penghafal Al-Qur’an. Ia mengajak para mahasantri untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus sumber inspirasi dalam menuntut ilmu dan membangun akhlak.

Sementara itu, Rektor IIQ Jakarta menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pesantren Takhassus dalam membina budaya Al-Qur’an di lingkungan kampus. Menurutnya, peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kesadaran bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup yang senantiasa relevan bagi setiap generasi.

“Setiap kali kita memperingati Nuzulul Qur’an, kita sejatinya mengenang sebuah peristiwa sejarah dan sedang menghidupkan kembali kesadaran bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah yang selalu relevan dan terus berbicara kepada setiap generasi,” ujarnya.

Ketua Panitia Kegiatan Ramadan Pesantren Takhassus “IIQ Jakarta”, Rina Zakiana, dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Ramadan berlangsung sejak 1 hingga 15 Ramadan 1447 H. Berbagai program disusun untuk memperkuat tradisi keilmuan Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kualitas ibadah para mahasantri.

“Kami menyelenggarakan berbagai kegiatan keilmuan Al-Qur’an, mulai dari kajian tahsin, majelis sanad, talaqqi, hingga kajian kitab klasik sebagai bagian dari penguatan tradisi keilmuan Al-Qur’an di lingkungan Pesantren Takhassus IIQ Jakarta,” ujarnya.

Selama Ramadan, Pesantren Takhassus menyelenggarakan Daurah Tahsin Tartil Al-Qur’an Metode Maisura, Majelis Sanad 30 Juz Metode Maisura untuk Guru Tilawati, Majelis Talaqqi 30 Juz, Mengenal Ilmu Rasm Utsmani, serta Majelis Qira’at Sab’ah yang seluruhnya dibimbing oleh Dr. KH.Ahmad Fathoni,Lc.MA.

Selain itu, para mahasantri juga mengikuti kajian kitab Ta’lim al-Muta’allim, Syarah Sajak Tajwid yang disampaikan oleh Dr.Abdul Rosyid,MA, serta kajian Metode Abjadi sebagai penguatan metodologi pembelajaran Al-Qur’an.

Program Ramadan juga diisi dengan berbagai kegiatan ibadah berjamaah, di antaranya Salat Tarawih dengan target khatam Al-Qur’an 30 juz melalui pembacaan dua juz setiap malam. Hingga 15 Ramadan, target khataman tersebut berhasil diselesaikan. Kegiatan Simaan bin Nadzar setiap ba’da Subuh dan Simaan bil Ghaib setiap ba’da Tarawih juga berhasil menuntaskan pembacaan 30 juz pada pertengahan Ramadan.

Tidak hanya itu, Pesantren Takhassus turut menghidupkan suasana Ramadan melalui Tilawah Al-Qur’an Mujawwad menjelang berbuka puasa serta program Kuliah Lima Menit (Kulim) yang disampaikan oleh para mahasantri dan dipublikasikan melalui media sosial pesantren.

Untuk mendukung kenyamanan ibadah para mahasantri, panitia juga menyediakan takjil, sahur, dan berbuka puasa gratis yang didanai oleh para donatur. Program tersebut berlangsung sepanjang 1–15 Ramadan dengan total dana yang terhimpun mencapai Rp111.472.900, di luar bantuan berupa sembako.

Menutup laporannya, Rina Zakiana menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus pesantren, para donatur, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan Ramadan tahun ini.

“Semoga segala usaha dan pengorbanan yang telah diberikan menjadi tambahan amal ibadah bagi kita semua, dan kekurangan yang ada akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan Ramadan di masa mendatang,” tuturnya. NAA

Similar Posts