HEMAS Tenis Meja Perdana Digelar, Pesantren Takhasus “IIQ Jakarta” Gandeng LIKORA
Pamulang, Tangerang Selatan—Sabtu, (18/04/2026), Pesantren Takhassus IIQ Jakarta kembali mengaktifkan kegiatan HEMAS (Hari Ekspresi Mahasantri) usai libur Lebaran 2026. Cabang tenis meja sebagai bagian baru dari HEMAS digelar perdana seiring aktifnya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lingkungan Hidup, Kesehatan, dan Olahraga (LIKORA) sebagai mitra pesantren.
HEMAS merupakan program rutin pesantren yang diselenggarakan setiap Sabtu. Beragam bidang dihadirkan sebagai ruang pengembangan diri mahasantri, di antaranya Qira’atul Kutub, IIQ Go Green, English Club, Akademi Musik IIQ (AMIQ IIQ), tilawah, desain/layout, taekwondo, handmade, paduan suara, kaligrafi, hadrah, qiraat club, public speaking, broadcasting, penulisan dan penyuntingan, hingga tenis meja.
Pihak pesantren menyampaikan bahwa hadirnya HEMAS tenis meja bertujuan menjadi sarana penyaluran minat dan bakat sekaligus energi positif mahasantri melalui olahraga. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat ukhuah, menumbuhkan sportivitas, serta menciptakan suasana yang sehat dan menyenangkan di lingkungan pesantren.
“Pesantren berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu membentuk karakter mahasantri yang sehat secara jasmani dan rohani, menjunjung tinggi sportivitas, serta memperkuat kebersamaan,” ujar Aminah, pengurus pusat pesantren (19/04/2026).
Dalam pelaksanaannya, pesantren bekerja sama dengan UKM LIKORA. Ketua Umum UKM LIKORA, Khumaira Yasmina, menjelaskan bahwa kolaborasi ini memiliki potensi besar dalam mendorong prestasi mahasantri di bidang nonakademik.
“LIKORA hadir sebagai wadah pengembangan potensi di bidang lingkungan hidup, kesehatan, dan olahraga. Dalam program HEMAS ini, kami bekerja sama dengan pesantren dalam penyediaan fasilitas, pengaturan waktu, serta pembinaan olahraga secara terjadwal,” jelasnya (19/04/2026).
Ia menambahkan, LIKORA bertanggung jawab atas aspek teknis pelaksanaan, mulai dari pendaftaran peserta, penyediaan pelatih, hingga perlengkapan olahraga. Antusiasme peserta pun tergolong tinggi sejak awal pendaftaran dibuka.
“HEMAS tenis meja telah dimulai sejak Sabtu lalu. Karena tingginya antusiasme, kami sempat membuka perpanjangan pendaftaran, namun kuota tetap terbatas,” ujarnya.
Saat ini, tercatat 20 mahasantri aktif mengikuti kegiatan tenis meja. Untuk menjaga efektivitas latihan, diterapkan sistem rotasi mingguan, dengan 10 peserta mengikuti pelatihan intensif bersama pelatih profesional, sementara 10 lainnya berlatih secara mandiri.
Lebih lanjut, Khumaira menegaskan bahwa program HEMAS tidak sekadar menjadi ajang rekreasi, tetapi juga sarana penjaringan bakat. Peserta yang menunjukkan perkembangan signifikan akan direkomendasikan untuk mengikuti kompetisi.
“Peserta dengan kemampuan yang menonjol akan kami persiapkan untuk mewakili kampus dalam berbagai turnamen, baik antarperguruan tinggi maupun kompetisi tingkat regional dan nasional,” tutur Khumaira.
Dengan terselenggaranya HEMAS tenis meja ini, pesantren berharap pembinaan minat dan bakat mahasantri dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berprestasi di bidang nonakademik.


Reporter: Najwa Hafizho Ikram Tarigan, Staf KIP Pesantren Takhassus IIQ Jakarta
