Pesantren Takhasus “IIQ Jakarta” Kembali Gelar Majelis Zikir Al-Busyra Manaqib Sayyidah Khadijah al-Kubra
Pamulang, Tangerang Selatan – Pesantren Takhasus IIQ Jakarta kembali menyelenggarakan Majelis Zikir Al Busyra Manaqib Sayyidah Khadijah Al Kubra pada Kamis (16/05/2026). Kegiatan rutin bulanan ini dilaksanakan ba’da Maghrib di Gedung HJ. Harwini Joesoef. Hadir dalam acar tersebut, Ustadz tirmidzi, bapak Abdul Rosyid Masykur, jajaran pengurus pusat dan unit pesantren, para alumni, dan seluruh mahasantri Pesantren Takhasus IIQ Jakarta.
Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Surah Yasiin, Ar-Rahman, dan Al-Waqi’ah dilantunkan oleh Siti Mutiah Afifah, mahasantri semester 2 IIQ Jakarta. Kegiatan dilanjutkan pada acara inti, yaitu pembacaan manaqib Sayyidah Khadijah Al Kubra. Diawali dengan pembacaan tawassul yang dipimpin oleh Ustadz Tirmidzi. Selanjutnya, pembacaan manaqib dilanjutkan oleh tim manaqib dan hadroh pesantren. Penampilan tim ini menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan tersebut.
Tim yang tampil merupakan tim baru yang terbentuk melalui proses open recruitment yang sebelumnya telah dibuka oleh pihak pesantren. Tim ini mendapat pembinaan langsung dari Bapak Abdul Rosyid Masykur. Kehadiran tim ini menunjukkan upaya regenerasi dan pengembangan bakat di lingkungan pesantren, khususnya dalam bidang seni religi dan tradisi keilmuan Islam.
Pembacaan manaqib berlangsung hingga pukul 10 malam. Pembacaan doa oleh Ustadz Tirmidzi menjadi penutup resmi kegiatan. Mengirigi langkah kepulangan mahasantri, lantunan shalawat dilambungkan oleh tim manaqib dan hadroh pesantren. Diharapkan rutinan ini tidak hanya menjadi ajang spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kecintaan kepada sosok Sayyidah Khadijah Al Kubra sebagai teladan perempuan mulia dalam sejarah Islam. Melalui pembacaan manaqib, lantunan zikir, dan shalawat, para mahasantri diajak meneladani keteguhan iman, kesabaran, keikhlasan, serta pengorbanan Sayyidah Khadijah dalam mendampingi perjuangan Rasulullah SAW. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat tertanam dalam kehidupan sehari-hari mahasantri, baik dalam menuntut ilmu, berkhidmat di lingkungan pesantren, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.





